Coba bayangkan jika anda selalu dimanfaatkan oleh orang-orang disekeliling sementara hak yang seharusnya menjadi milik anda tidak dapat terpenuhi atau dilupakan orang-orang. Semua orang menjadi sangat egois dengan mendahulukan kepentingan masing-masing? Mungkin kata memaafkan masih dapat dilakukan, tetapi ketika kepentingan orang-orang secara terus menerus akan terus merugikan anda, tentunya kata maklum atau maaf saja tidak akan cukup. Secara tidak langsung anda tentunya akan menuntut orang-orang itu karena kerugian anda. Itulah yang terjadi pada lingkungan kita di bumi belakangan ini.
Lingkungan menjadi suatu masalah yang harus menjadi perhatian bagi manusia diseluruh Negara belakangan ini, salah satu berita yang begitu dominan adalah tentang Global Warming atau kenaikan suhu global. Hal ini juga tidak terlepas dari aktifitas manusia yang mengakibatkan iklim bumi menjadi rusak keseimbangannya. Salah satunya adalah pembuangan gas CO2 dari kendaraan bermotor atau asap pabrik yang dapat merusak ozon, lapisan bumi yang melindungi dari sinar matahari yang berbahaya.
Kenaikan suhu bumi ini dapat dirasakan jelas oleh manusia di bumi yaitu semakin tingginya temperatur bumi ketika berganti tahun. Mencairnya es abadi baik di kutub utara maupun selatan, ditambah semakin berkurangnya kawasan hijau di daratan bumi juga turut menyumbang efek dari global warming itu sendiri.
Banyak Negara yang telah menyadari bahaya global warming, termasuk negeri kita Indonesia. Segala kampanye mengenai go green manjadi marak di masyarakat, hal ini tentunya sebagai kabar baik. Tetapi tetap saja slogan yang terus digalakkan kepada masyarakat harus efektif dilakukan, bukan hanya sebagai slogan tanpa tindakan konkret yang dilakukan, seluruh pihak ikut berperan serta didalam penyebaran informasi mengenai go green dan global warming demi kelestarian bumi yang kita tinggali sekarang dan mengurangi dampak buruk dari kenaikan suhu bumi.
Kampanye yang dilakukan hingga saat sekarang cukup efektif, baik melalui media massa maupun publikasi dari berbagai pihak dengan mengajakan masyarakat mengubah gaya hidup yang berpengaruh terhadap lingkungan juga telah dijalankan. Dimulai dari penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan energi, serta menciptakan zona hijau diwilayahnya.
Akan tetapi kampanye ini bukan tanpa masalah karena oleh karena kepentingan beberapa pihak tertentu, tema go green menjadi sasaran dari para pebisnis untuk memasarkan produknya tanpa ikut mendukung program tersebut dengan menciptakan produk yang sesuai, sehingga dikenal istilah Greenwashing yang dalam artian ikut memanfaatkan issu mengenai go green dan global warming kedalam setiap produk tanpa adanya hubungan yang jelas. Sehingga disini peran media sebagai penyebaran informasi harus memperhatikan kebenaran kampanye pihak yang bersangkutan tersebut.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa media massa sebagai salah satu penyebaran informasi mempunyai pengaruh yang besar, serta dituntut untuk menyebarkan kebenaran mengenai informasi tentang masalah lingkungan untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan sebagai alat oleh beberapa pihak yang berkepentingan saja.
Baca selengkapnya..


