Semiotika Komunikasi

Simbol perintah dalam lalu lintas

Apa yang terbayang dipikiran kita saat mendengar kata simbol atau tanda? Pastinya beberapa diantara kita akan berpendapat sesuatu yang tidak hidup, hanya sebagai alat atau hiasan, dan sebagainya. Tetapi lebih dari itu, simbol atau tanda memiliki makna yang lebih luas, jauh lebih dari apa yang sekedar diucapkan sebagai bahasa verbal.

Ketika kita bicara tanda atau simbol, maka akan semakin luas pengertian dan jenis yang dimaksud. Kesemuanya itu berhubungan dengan hal yang dimaksud, umumnya suatu tanda dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tanda alami (natural) dan tanda yang disepakati (konvensional).





Tanda Natural (Alami)
Seperti yang kita lihat dari pengertiannya adalah alami. Suatu tanda yang apa adanya tanpa direkayasa atau disepakati, tanda ini akan bertahan cukup panjang atau mungkin tetap ada selamanya. Awan gelap sebagai suatu tanda akan turunnya hujan, atau tanaman padi menguning sebagai tanda bahwa sawah siap dipanen, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan hukum alam disekitar kita.

Tanda Konvensional (Kesepakatan)
Suatu tanda yang muncul atau diciptakan sebagai bagian dari kesepakatan antar berbagai pihak yang ada. Umumnya tanda ini akan bertahan dalam jangka waktu tertentu sampai kesepakatan yang ada diperbaharui atau dihilangkan, contohnya adalah penghormatan pada pejabat dan lambang Negara di negeri kita, meletakkan tangan kanan diatas mata dengan tegak masih bertahan sampai sekarang.

Simbol yang lain adalah pemilihan pemerintahan Negara kita, jika pada masa sebelumnya gedung wakil rakyat DPR/MPR menjadi simbol lahirnya suatu pemimpin Negara karena disanalah presiden ditetapkan. Sekarang simbol tersebut telah berubah dengan menempatkan rakyat sebagai simbol yang memilih presiden secara langsung, disinilah suatu tanda konvensional bertahan selama belum ada yang merubah atau tidak adanya konflik antara pihak yang bersepakat.

Dari contoh yang telah kita lihat sebelumnya maka tanda yang ada bersifat fisik. Didalam pengertiannya sudah jelas, bahwa tanda tersebut dapat dilihat nyata oleh panca indera kita sebagai manusia, sementara terdapat suatu tanda lain yang lebih bersifat abstrak yang hanya dapat dirasakan atau dipercayai, yaitu tanda mental (sifat).

Tanda mental
Tanda yang dimaksud disini adalah suatu tanda yang diucapkan atau ditulis, ini menjadi suatu tanda yang akan mempengaruhi pikiran setiap orang secara psikologis, seperti yang diucapkan oleh seorang Bung Karno pada masa kemerdekaan Negara kita. Ucapannya mempu mempengaruhi seluruh warga Indonesia untuk tetap mempertahankan keutuhan Negara dari tangan penjajahan, serta tanda yang ditulis dan menjadi simbol kemerdekaan kita sampai sekarang yaitu teks asli proklamasi. Tanda tersebut secara bentuk masih berupa tanda fisik namun nilai mental dan historis yang terkandung didalamnya jauh lebih besar. Sehingga teks asli proklamasi lebih dianggap sebagai tanda mental bagi bangsa Indonesia.

Dengan demikian kita telah mengetahui seberapa penting dan luasnya makna dari suatu simbol atau tanda. Hal ini tidak dapat digambarkan sebatas pengertian satu orang atau lebih tetapi macam-macam pengertian dari berbagai orang, masyarakat, kawasan, dan Negara yang berbeda dapat mempengaruhi suatu pemaknaan terhadap suatu simbol. Terbatas kepada sejauh mana dan apa yang disepakati bersama disamping terdapat simbol alami yang berlaku bergi seluruh orang tanpa perbedaan.

No Response to "Semiotika Komunikasi"

Posting Komentar

 

Copyright © 2009 Cerita Ringkas Kapita Selekta All rights reserved.