Mendengar kata arsitektur tentunya yang akan terbayang dipikiran kita adalah suatu bangunan gedung atau rumah yang telah berdiri megah. Hal tersebut tidaklah salah tetapi kata arsitektur tidak terbatas hanya pada bangunan yang ada. Arsitektur memiliki pengertian yang jauh lebih luas.
Bicara Arsitektur maka hal yang perlu diperhatikan adalah fisik dan non-fisik. Hal-hal yang menyangkut fisik adalah suatu bentuk tata ruang yang dicptakan dan dapat terlihat dengan jelas hasil karyanya, sedangkan hal yang bersifat non-fisik lebih banyak berhubungan kearah makna atau simbol yang dapat diketahui dari sejarah bangunan tersebut berdiri.
Suatu karya Arsitektur memiliki 3 prinsip dalam hal fisik :
Daya Tahan
Suatu rancangan harus mencakup daya tahan karena bagaimanapun suatu karya arsitektur yang baik harus berdiri untuk jangka waktu yang lama bahkan tidak terbatas. Konsep daya tahan bangunan terhadap berbagai gejala alam seperti gempa, banjir, cuaca, dan lain sebagainya harus terpenuhi oleh Arsitek.
Sebagai contoh banyak karya arsitektur masa lampau yang tetap berdiri kokoh sejak pembangunannya. Hal ini tentunya menjadi bukti bahwa setiap karya arsitektur telah memenuhi unsur daya tahan terhadap gejala alam. Hampir tidak ditemukan bangunan yang telah memenuhi standar arsitektur yang baik mengalami keruntuhan kecuali dari gejala atau tindakan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.
Utility ( Manfaat )
Suatu rancangan arsitektur harus memiliki nilai manfaat atau fungsional. Dengan adanya nilai manfaat inilah suatu karya arsitektur bermula. Tanpa adanya fungsi yang hendak didapatkan adalah mustahil suatu rancangan arsitektur bermula.
Sebagai contoh adalah di bangunnya berbagai gedung pencakar langit disatu kawasan, seperti jalan Gatot Subroto, MH Thamrin, HR Rasuna Said, tentunya bukan tanpa sebab banyaknya gedung-gedung yang ada berdiri. Dapat dipastikan terdapat kepentingan yang dalam hal ini manfaat yang akan didapatkan, yaitu sebagai perkantoran atau tempat berbisnis bagi berbagai kalangan, itulah yang disebut dengan utility dari sebuah kayra arsitektur.
Keindahan
Karya Arsitektur akan terasa lebih lengkap jika pemenuhan akan unsur keindahan terpenuhi, hal ini penting sebagai acuan menilai secara visual tentang apa yang ditampilkan sebagai hasil dari suatu karya arsitektur, sehingga dunia arsitektur perlu memahami etika dan estetika untuk mengejar suatu keindahan proporsional bagi seluruh pihak yang dapat melihat tanpa terkecuali.
Suatu karya arsitektur juga dapat dikaitkan secara non-fisik, lebih kepada pemaknaan. Disinilah simbol-simbol dari berbagai bangunan yang berdiri memiliki sejarah ataupun tanda secara futuristik, berkaitan dengan itu maka ada beberapa hal yang menjadi simbol.
Kekuasaan
Pada simbol ini suatu bangunan hasil karya arsitektur lebih di identikan dengan penunjukan kepentingan dan kekuasaan bagi pihak yang mendiami atau merebut bangunan tersebut. Untuk masa sekarang hal tersebut hanya sebagai tanda bahwa bangunan yang identik dengan simbol kekuasaan diartikan sebagai tempat kekuasaan itu didapatkan, contohnya Istana Negara dan Gedung MPR DPR sebagai simbol kekuasaan bangsa Indonesia
Demokrasi
Pada simbol ini, suatu karya arsitektur dimaknai sebagai lahirnya atau berdirinya paham demokrasi yang marak belakangan ini diberbagai Negara, termasuk Indonesia, pada kesempatan kali ini, karya arsitektur tidak hanya mencakup karya bangunan yang berdiri, akan tetapi juga mencakup wilayah dalam ruang lingkup sekitar bangunan karya arsitektur yang ada, contohnya kebebasan berpendapat di bundaran Hotel Indonesia.
Ekonomi
Pada simbol ekonomi, suatu karya arsitektur memiliki makna sebagai kawasan atau tempat kegiatan ekonomi berputar dan berlangsung, pada kesempatan kali ini karya arsitektur yang ada dianggap sbagai pusat kekuatan ekonomi suatu wilayah atau Negara, sebagai contoh Gedung Bursa Efek Indonesia sebagai simbol pergerakkan ekonomi di pasar modal.
Dengan demikian kita sudah mengerti jika karya arsitektur tidak hanya sebatas hasil kreasi seorang arsitek, yang diwujudkan kedalam bentuk nyata suatu bangunan, tetapi lebih lagi memiliki maksud yang luas dari segi pemaknaan, karena dari sanalah suatu karya arsitektur memiliki nilai komunikatif yang sangat efektif, karena mengandung pesan bagi seluruh orang tanpa adanya keterbatasan penguasaan bahasa.

No Response to "Arsitektur dan Komunikasi"
Posting Komentar