

Semangat kepemimpinan Bung Karno dan Bung Tomo
Sebagian dari kita pasti telah mengetahui, apa arti dari kata kepemimpinan. Kata tersebut mengandung makna bahwa setiap organisasi ataupun kelompok. Dari ruang lingkup yang terkecil sampai terbesar akan memiliki seseorang yang mengarahkan, serta dijadikan panutan atau contoh bagi pengikutnya.
Seseorang itulah yang biasa disebut pemimpin. Bukan hal yang mudah untuk mencapai jalan kepemimpinan tersebut, karena dibutuhkan usaha yang keras dan pantang menyerah untuk mendapatkannya.
Selain suatu usaha pelatihan kemampuan yang dilakukan, suatu kepemimpinan dapat diperoleh lewat jalan keturunan, warisan, ataupun melibatkan ekonomi sebagai jalan lain untuk mendapatkan suatu kepemimpinan. Cara-cara cepat tanpa usaha pelatihan tentunya akan memiliki kekurangan, yang terlihat adalah bahwa mereka berlaku sesuai kepentingannya sendiri tanpa mengingat bahwa mereka yang dijadikan panutan oleh orang lain.
Terlepas dari banyaknya cara-cara instant untuk memperoleh kepemimpinan tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan yang cukup, maka disini diperlukan kesadaran bagi tiap-tiap orang bahwa kepemimpinan bukanlah suatu permainan atau cara untuk memenuhi kepentingan diri.
Kesadaran diri inilah yang memperlihatkan apakah seseorang layak, untuk memenuhi kriteria untuk meraih suatu kepemimpinan. Karena didalamnya juga menyangkut pengelolaan diri yang baik. Hal yang sama juga berlaku dalam tatanan sosial, yang mencakup kesadaran sosial dan kemampuan pengelolaan relasi.
Salah satu kemampuan yang harus dimiliki didalam memenuhi kompetensi diri, baik secara pribadi atau sosial adalah komunikasi. Dimana pada umumnya seorang pemimpin yang baik mampu menerapkan prinsip komunikasi yang efektif. Hal ini penting karena bagaimana seseorang dapat mengarahkan atau membawa suatu wadah besar. Yang berisikan orang-orang tanpa adanya suatu komunikasi, sekecil apapun perlu adanya kemampuan berkomunikasi.
Sementara terdapat banyak gaya kepemimpinan yang terlihat, seperti pemimpin visioner yang ahli dalam menentukan tujuan, dan mampu menggerakkan orang-orang untuk menuju kearah tujuan itu, ataupun pemimpin model Afiliatif yang lebih berusaha menjaga hubungan baik antar orang lain, serta model Demokratis yang selain menjaga hubungan dengan orang juga menghargai setiap pendapat orang lain.
Masih banyak gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam suatu ruang lingkup kepemimpinan yang bersangkutan, akan tetapi kembali kemampuan berkomunikasi menjadi dasar dari setiap motif yang ada
Lalu apa kaitannya dengan emosi? Seorang pemimpin harus mampu mengendalikan emosi dari dalam dirinya secara penuh. Hal ini berhubungan penting dengan emosi adalah saat seorang pemimpin dihadapkan pada situasi yang kurang menentu, tidak berpihak, atau dalam kondisi memutuskan sesuatu. Disini akan terlihat seberapa jeli dan cerdiknya seorang pemimpin memainkan emosinya.
Sementara itu emosi yang dimaksud erat kaitannya dengan fungsi otak manusia. Sehingga setiap orang, terlebih seorang pemimpin harus pandai didalam mengatur setiap emosi dan fungsi otaknya ketika menjalankan perannya. Dari apa yang diatur tersebut tentulah harus diterjemahkan berupa komunikasi dengan pihak lain.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam kepemimpinan, kemampuan dan kecakapan dalam berkomunikasi mutlak diperlukan. Karena komunikasi sebagai suatu alat saluran tentang apa yang ada didalam diri seseorang, keberhasilan menyampaikan pesan itulah yang bisa dianggap seberapa layak seseorang untuk menjadi pemimpin bagi kelompoknya.
No Response to "Leadership dan Komunikasi"
Posting Komentar